You are here

Kota yang Bernama dan Tak Bernama: Antologi Cerpen Temu Sastra Jakarta 2003

Kota yang Bernama dan Tak Bernama: Antologi Cerpen Temu Sastra Jakarta 2003
Language: 
Pages: 
265
Published: 
December 2003 by Dewan Kesenian Jakarta
Rating: 
4.05

Cerpen-cerpen dalam buku ini bergerak antara upaya untuk mengekalkan realisme di satu sisi dan semangat meloloskan diri dari penjara realisme di sisi lain. Antara meneguhkan peniruan dunia keseharian dan melakukan subversi terhadap dunia keseharian sebagai dasar penciptaan. Dalam rentang itu Jakarta dan sekitarnya selaku latar cerita (setting) hadir timbul tenggelam, akan tetapi, hampir selalu dengan jurus-jurus realisme yang kelewat gampang ditebak arah dan kekuatan pukulannya.

Adapun para penulis yang berusaha menghindari jebakan realisme sudah membuktikan adanya perkembangan yang terus-menerus dalam penulisan sastra kita akhir-akhir ini. Dengan gayanya masing-masing para penulis (yang kebanyakan usia muda) mencoba menawarkan satu cerita yang memberikan kesegaran, selangkah "pengingkaran" pada realitas keseharian, sepukulan subversi terhadap dongeng dan mitos, dan sejurus pengguncangan pada tertib hukum dalam masyarakat.

[title_1]
[title_1]
[title_1]
[title_1]
[title_1]
[title_1]
[title_1]
[title_1]